PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI DI INDONESIA

Psikologi sebagai ilmu baru dikenal dan dikembangkan di indonesia sekitar tahun 1950-an. Ketika kemerdekaan Indonesia diakui secara resmi oleh Belanda akhir tahun 1949, terdapat kegiatan-kegiatan psikologis dengan menggunakan tes-tes psikologik yang dilakukan oleh:
1. Balai Psychotechniek dari Kementrian Pendidikan, Pengajaran & Kebudayaan RI, yang mengadakan seleksi siswa untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan teknik, serta pengukuran psikometris untuk keperluan penjurusan sekolah.
2.Pusat Psikologi Angakatan Darat di Bandung, yang menyelenggarakan seleksi dan penjurusan bagi para anggotanya, berdasarkan pengukuran psikometris.
Perkembangan psikologi industri dan organisasi tidak berlangsung tanpa masalah. Psikologi industri dan organisasi yang telah maju di negara-negara Barat memberikan bahan pengetahuan yang banyak kepada Indonesia. Hasil penelitian, teori yang berkembang, metodologi dan perangkat peralatannya yang canggih tersedia bagi Indonesia untuk digunakan. 

Di satu pihak Indonesia beruntung karena tidak perlu lagi bersusah payah untuk mendapatkan temuan-temuan guna menunjang berkembangnya teori, akrena ada teori, aturan dan prinsip psikologi yang berlaku secara universal. Metodologi yang canggih dapat pula kita gunakan. Di lain pihak Indonesia harus tetap cermat mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang lebih ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Hal ini terutama berlaku bagi alat-alat penelitian dan pengukuran. Tes-tes psikologi selain diterjemahkan perlu diadaptasikan dengan kondisi Indonesia. 

Bebeapa faktor utama yang membuat peluang terbatas dalam mengembangkan ilmu psikologi industri dan organisasi antara lain : 

1.      Sulitnya untuk memperoleh dana penelitian, kalaupun ada hanya sedikit.
2.      Kurangnya kesiapan sarjana psikologi untuk mengadakan penelitian.
3.      Masih sedikitnya jumlah tenaga yang siap bekerja untuk menerapkan psikologi.
4.  Terbatasnya kesediaan dan kemampuan perusahaan untuk menggunakan jasa-jasa psikolog.

Psikologi dan industri di Indonesia dewasa ini masih merupakan ilmu terapan dengan kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologi (yang secara populer dikenal dengan istilah “psikotes”) dengan tujuan seleksi dan penempatan, penyuluhan dan bimbingan kejuruan, dan pengembangan karier.
Bidang terapan yang lain adalah bidang pelatihan. Sudah cukup banyak sarjana psikologi terlibat dalam menyusun dan melaksanakan program-program pelatihan di perusahaan. Bidang terapan lain yang masih kurang dilakukan ialah bidang konsultasi organisasi/perusahaan. Ada beberapa sarjana psikologi yang bekerja sebagai konsultan dalam perusahaan, ada beberapa sarjana psikologi lainnya yang bekerja pada lembaga manajemen negeri/swasta sebagai kosultan. Kegiatan para sarjana perilaku konsumen, pada permulaan tahun 2001 ini, belum dapat dikatakan banyak.
Adapun peran Psikologi Industri dan Organisasi yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia dan organisasi. Psikologi industri dan organisasi melakukan penilaian dan penyusunan hal-hal dibawah ini:
1. Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen merupakan suatu upaya untuk mengajak orang yang sesuai kualifikasi untuk melamar suatu pekerjaan. Kunci keberhasilan rekrutmen ditentukan oleh metode yang digunakan dan pemenuhan target pelamar. Banyak tantangan dalam proses rekrutmen yang meliputi jenis pekerjaan, reputasi organisasi, kondisi ekonomi serta urgensi pemenuhan posisi. Seleksi adalah proses pemilihan pelamar. Proses ini melibatkan suatu standar tertentu untuk pekerjaan. Individu selanjutkan akan ditempatkan sesuai kualifikasinya jika telah lolos dari proses seleksi.

             2. Sikap Kerja
Psikologi industri dan organisasi juga membahas mengenai sikap kerja dari tenaga kerja dalam suatu organisasi. Sikap kerja meliputi:
·         Kepuasan Kerja.
Kepuasan kerja adalah perasaan individu yang positif mengenai organisasi dan pekerjaan yang dihadapi. Hal ini termasuk sikap positif individu pada tugas dari pekerjaan dan lingkungan kerjanya.
·         Komitmen.
Komitmen adalah rasa setia dari tenaga kerja terhadap atasan, organisasi atau pekerjaannya.
·         Organizational Citizenship Behavior. 
Organizational Citizenship Behavior merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan kontribusi dari tenaga kerja dimana kontribusi tersbeut melebihi tugasnya.
·         Antisocial behavior in workplace. 
Antisocial behavior terkait dengan perilaku yang membahayakan baik bagi organisasi atau bagi rekan kerja yang terjadi dalam setting kerja.

            3. Training dan Pengembanga
Psikologi industri dan organisasi membahas mengenai training dan pengembangan individu dalam setting kerja. Training merupakan suatu proses dimana individu mendapatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi.

 4. Penilaian kinerja
Psikologi industri dan organisasi juga meliputi penilaian kinerja. Penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan kinerja individu dalam periode tertentu, apakah semakin baik atau semakin buruk. Penilaian kinerja menjadi dasar bagi organisasi untuk melakukan tindakan tertentu bagi individu.




Refrence :
  • Buku Psikologi dan  Organisasi. Asher Sunyato Munandar. Penerbit universitas indonesia (UI. Press). 2008
  • http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/psikologi-industri-dan-organisasi-di.html
  • http://meyyiaristha.blogspot.com/2013/07/psikologi-industri-dan-organisasi-di_4.html
  • http://www.belonomi.com/2016/12/perkembangan-psikologi-industri-dan.html
  • https://dosenpsikologi.com/psikologi-industri-dan-organisasi

Komentar

Posting Komentar